Pelaku Suntik Vaksin Kosong Menangis Minta Maaf

25 Mei

Fonetekno.com hai sahabat media kembali lagi bersama admin. Kali ini admin akan berbagi informasi mengenai pelaku suntik vaksin kosong menangis minta maaf. Simak informasi selengkapnya di sini.

Sosok perempuan berinisial EO resmi menyandang status tersangka. Buntut kasus penyuntikan dosis vaksinasi covid-19 kosong di kawasan Pluit pada 6 Agustus 2021 lalu. Saat itu, sosok penerima vaksin berinisial BLP mendapat suntikan vaksin kosong. Dalam kegiatan vaksinasi yang berlangsung di salah satu sekolah Kristen yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyampaikan, sosok EO adalah tenaga kesehatan atau nakes yang menjadi relawan dalam kegiatan vaksinasi Covid-19. Adapun istilah relawan yang melakukan penyuntikan vaksinasi adalah vaksinator.

“Saudari EO ini adalah seorang perawat yang memang di minta tolong. Karena kami memang untuk vaksin massal butuh relawan untuk vaksinator yang tugasnya setiap hari sebagai vaksinator,” kata Yusri dalam konfrensi pers yang berlangsung di Mapolrestro Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).

Dalam kasus yang turut di siarkan secara daring di akun Instagram Polres Metro Jakarta Utara itu, sosok EO juga terlihat di hadirkan. Mengenakan kemeja putih serta masker, EO terlihat berdiri di belakang kepolisian yang sedang membeberkan kronologi kejadian tersebut.

Yusri menyebut saat ini penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara masih mendalami motif EO terkait penyuntikan vaksin kosong. Dalam kasus ini, EO di jerat Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Sebelumnya juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementrian kesehatan (Kemenkes) siti Nadia Tarmizi mengatakan penyuntikan vaksin kosong di Pluit itu di duga terjadi lantaran kelalaian vaksinator.

“Ini sebabnya kesalahan saat mengambil suntikan yang belum di isi vaksin,” kata Nadia.

Di ungkapkan Nadia, vaksinator tersebut di ketahui bekerja sebagai tenaga perawat di Rumah Sakit Graha Kedoya, Jakarta Utara. Nadia juga menuturkan atas kejadian tersebut. Kementrian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah memutus kerja sama dengan vaksinasi tersebut.

“Saat ini yang bersangkutan sudah tidak boleh menjadi vaksinator lagi. Dan kami juga minta penanggung jawab harus lebih memonitor hal ini.” katanya.

Penutup

Sekian informasi dari kami mengenai pelaku suntik vaksin kosong menangis minta maaf. Semoga bermanfaat jangan lupa untuk terus kunjungi website kami fonetekno.com agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *